You are here
Home > Kredit > Seluk Beluk Tentang Suku Bunga Bank Yang Harus Diketahui

Seluk Beluk Tentang Suku Bunga Bank Yang Harus Diketahui

Seluk Beluk Tentang Suku Bunga Bank Yang Harus Diketahui

Suku bunga bank tentu bukan hal yang terdengar asing di telinga Anda. Suku bunga ini dapat Anda jumpai di seluruh produk – produk perbankan yang ada, seperti tabungan, deposito, dan lain sebagainya dan hal ini sudah pasti akan mempengaruhi nasabah. Apabila nasabah ingin mencari pinjaman, disarankan untuk mencari yang suku bunganya paling rendah.

Akan tetapi, berbeda dengan nasabah yang justru mencari keuntungan, maka hal yang perlu dilakukan adalah mencari suku bunga yang tertinggi pada tabungan, misalnya. Namun, perlu diingat hal ini tidak sesuai dengan syari’at Islam. Maka, Anda hanya akan menemukan suku bunga pada produk perbankan konvensional, bukan perbankan syari’ah.

Baca juga: Bunga Pinjaman Bank BRI Sekarang Mulai Terjangkau Nih

Sebelum berbicara lebih jauh lagi, mari pahami terlebih dahulu definisi dari bunga dalam produk perbankan. Secara sederhana, bunga merupakan suatu imbalan yang akan diberikan kepada pihak yang meminjamkan uang dari uang yang telah digunakan oleh pihak peminjam. Jadi, bisa dikatakan bunga adalah bonus dari nilai mata uang yang dipinjamkan.

Contoh sederhananya adalah, pada KTA atau Kredit Tanpa Agunan, terdapat bunga yang akan ditagihkan yang difungsikan sebagai ‘harga’ dari sejumlah uang yang telah didapatkan secara utuh untuk kemudian dibayar dengan metode cicilan. Sedangkan suku bunga merupakan persentase dari pokok pinjaman yang akan atau telah dibayarkan sebagai bunga.

Baca juga: Memilih Bank dengan Bunga Pinjaman Terendah

Nah, berikut ini akan dibahas dengan lebih rinci mengenai jenis suku bunga kredit.

Jenis – Jenis Suku Bunga Kredit pada Perbankan Konvensional

Menurut sifatnya, suku bunga kredit yang ada di Indonesia terbagi menjadi dua bagian, yaitu suku bunga mengambang dan suku bunga tetap.

  1. Suku bunga mengambang atau yang juga dikenal dengan istilah floating, adalah mengikuti dinamika suku bunga yang ada di pasaran. Jadi, suku bunga bank ini dapat dikatakan selalu mengalami perubahan dari masa ke masa. Ketika suku bunga yang ada di pasaran meningkat, maka begitu pula dengan suku bunga kredit.

Begitu pula ketika suku bunga pasaran sedang turun, maka suku bunga kredit juga ikut menurun. Akan tetapi, nasabah memiliki keuntungan dari suku bunga mengambang ini karena tidak perlu mengkhawatirkan nilai suku bunga yang dimiliki akan terlampau tinggi ataupun rendah.

Baca juga: Pahami Seluk Beluk Tata Cara Pinjam Uang di Bank Disini!

Kekurangan dari suku bunga mengambang ini ialah, nasabah jadi tidak bisa menikmati keuntungan yang bersifat kompetitif dari suku bunga pasaran yang ada.

  1. Jenis suku bunga kredit yang kedua adalah suku bunga tetap atau dengan nama lain fixed. Sesuai dengan namanya, suku bunga ini tidak mengalami perubahan selama periode kredit yang diajukan karena besarannya sudah ditentukan pada awal perjanjian kredit bahwa tidak akan berubah sampai dengan akhir periode kredit yang disetujui. Baca juga: Ketahui Serba-serbi Perbedaan Bank Umum dan BPR

Contohnya adalah, besaran suku bunga kredit pada awal perjanjian antara bank dengan nasabah adalah sebesar 10% maka selama periode cicilan kredit yang dilakukan besaran bunga akan tetap pada persentase 10% dan tidak dapat dirubah sama sekali. Di sini dapat dilihat perbedaannya dari suku bunga mengambang.

Baca juga: Rencana Kredit Motor Yamaha Matic? Ini Beberapa Rekomendasinya!

Ketika suku bunga yang ada di pasaran sedang naik, maka suku bunga tetap ini tidak akan terpengaruh. Namun, hal ini menjadi tidak menguntungkan ketika kondisi sebaliknya, yaitu suku bunga pasaran sedang turun, sementara nasabah akan tetap membayar bunga yang sama atau dengan kata lain lebih tinggi dari suku bunga yang ada di pasaran.

Leave a Reply

Top