You are here
Home > Investasi > Mempelajari Resiko dari Investasi Reksadana syariah

Mempelajari Resiko dari Investasi Reksadana syariah

reksadana syariah

Reksadana syariah adalah suatu bentuk investasi dan keseluruhan prosesnya dilakukan sesuai dengan syariah islam.  Sebagaian orang mungkin menganggap bahwa berinvestasi hanya bisa dijalankan oleh pengusaha. Sebenarnya jika anda ingin berinvestasi reksadana syariah, anda hanya butuh uang Rp 100.000 dan bisa anda temukan di APERD (Agen Penjual Reksadana).

Mekanisme pengelolaan reksadana syariah cukup mudah anda sebagai pemilik modal memberikan atau menyetorkan sejumlah dana untuk dikelola oleh wakil pemilik modal. Sebelum anda bertekad berinvestasi menggunakan reksadana syariah maka anda harus tahu ciri-ciri dari reksadana syariah.

Reksadana syariah tercatat di daftar efek syariah yang dikeluarkan langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang pastnya di awasi juga oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Daftar efek syariah muncul setiap 6 bulan sekali. Informasi yang didapat berupa nama dan jenis perusahaan yang memperjualbelikan reksadana syariah.

Adanya pengawasan tersebut tentunya berkaitan dengan yang namanya kehalalan dan lain sebagainya. Ciri selanjutnya yaitu terdapat proses cleansing. Proses pembersihan dari produk riba ini gunannya agar dana yang diperoleh dari investasi sebelumnya tidak langsung disetorkan ke pemilik modal namun pada hal- hal yang memiliki kaitannya dengan amal.

Waktu Yang Tepat Dan Risiko Dari Berinvestasi Produk Reksadana Syariah

Hal penting yang harus diketahui seorang investor adalah jenis reksadana syariah dan rentang waktu yang dipilih. Uang yang sudah di setorkan tidak bisa secepatnya ditarik kembali. Oleh sebabnya jika anda ingin memulainya maka anda harus tahu tujuan dari investasi tesebut dan rencana keuangan Anda kedepannya.

  1. Jangka Waktu 1 Tahun

Jika anda ingin berinvestasi dalam kurun waktu satu tahun maka pilihan tepat menggunakan reksadana pasar uang syariah. Dengan jangka pendek satu tahun yang dipilih membuat uang yang dikelola bisa tetap berputar secara halal dan pastinya aman.

  1. Jangka Waktu 1-3 Tahun

Jangka waktu 1-3 tahun atau jangka waktu menengah ini lebih tepatnya Anda memilih jenis reksadana pada pendapatan syariah. Alasannya pun sama yaitu modal yang digunakan memiliki rentang waktu yang cukup lama untuk dicairkan gunanya juga agar memperoleh keuntungan yang sesuai dan baik.

  1. Jangka Waktu 3 Tahun Keatas

Bagi investor yang sudah mempunyai modal besar jenis reksadana campuran syariah menjadi pilihan yang cukup tepat. Jenis ini membuat modalnya bisa berputar lebih besar. dan jika investasi reksadana sudah berlangsung selama 5 tahun lebih maka dipastikan portofolio aset bisa dapat diandalkan.

Setiap investasi yang dijalankan pasti tidak luput dengan namanya risiko. Namun karena ini berbasis syariah, risiko yang ada mungkin tidak besar sebab uang dikelola tidak ada unsur riba, memperdagangkan barang palsu, dan ketidakpastian produk. Selain itu perusahaan yang menawarkan reksadana syariah memiliki rasio utang dan modal kurang lebih 55%.

Risiko-risiko yang mungkin bisa terjadi diantaranya terjadi penurunan nilai aktiva, adanya keterlambatan pencairan yang disebabkan semua dana cair secara bersamaan dan dalam jumlah besar. Dan yang terakhir terdapat pembubaran reksa dana, perubahan kondisi sosial, politik, ekonomi  Negara.

Demikian penjelasan mengenai reksadana syariah. Hal menarik dari reksadana syariah yaitu jenis investasinya bisa dilakukan disemua kalangan sebab prinsip syariah yang dijalankan bukan karena keyakinan agama setiap manusia tapi karena sistem yang memang benar-benar diterapkan. Semoga artikel ini bisa bermanfat. Sekian terimakasih. Sampai jumpa kembali diartikel lainnya.

Leave a Reply

Top