You are here
Home > Kredit > Pengertian Over Kredit Rumah dan Prosesnya yang Aman

Pengertian Over Kredit Rumah dan Prosesnya yang Aman

Pengertian Over Kredit Rumah dan Prosesnya yang Aman

Over kredit rumah merupakan istilah untuk proses pengalihan pembayaran kredit sebuah rumah dari pemilik yang lama ke pemilik yang baru. Dimana maksudnya proses ini dilakukan apabila pembeli rumah sebelumnya ingin menjual rumah yang dimilikinya yang dibeli dengan cara mencicil KPR tetapi belum sampai lunas dan tenor waktunya masih tersisa. Sehingga pihak pembeli rumah yang baru nantinya akan membayarkan uang kepada pemilik sebelumnya dan juga akan meneruskan pembayaran cicilan kepada pihak bank. Hal tersebutlah yang dinamakan dengan over kredit untuk rumah tersebut.

Proses ini nantinya akan dapat bermanfaat untuk kedua belah pihak karena pihak penjual rumah akan mendapatkan dana yang diperlukan sedangkan untuk pihak kedua akan mendapatkan rumah yang diperlukan. Sehingga proses ini sendiri seperti win-win solution untuk mendapatkan keinginan pembeli dan juga penjual rumah. Hal yang harus diperhatikan ketika ingin melakukan over kredit ini adalah masalah keamanan yang tentu menjadi faktor perhatian utama. Karena uang yang akan dilibatkan dalam transaksi tersebut tidak main-main dan berjumlah besar. Oleh karena itulah apabila melakukan transaksi penjualan dan pembelian rumah ini harus secara aman yang diketahui oleh pihak bank yang bersangkutan. Dimana untuk proses over kredit yang aman antara lain:

  • Proses resmi langsung ke bank

Hal ini merupakan over kredit rumah yang paling disarankan karena akan terjamin keamanannya. Apabila masyarakat yang ingin membeli rumah dan masih mempunyai sisa KPR sebaiknya untuk transaksi penjualan tersebut melibatkan bank yang bersangkutan. Apabila meminta bantuan bank, biasanya bank akan melakukan analisa finansial yang dimiliki sehingga nantinya bisa dihitung dan bank bisa untuk melakukan penolakan atau penyetujuan KPR tersebut. Apabila calon pembeli dirasa kurang kredibel maka bank akan menolak dan apabila diterima calon pembeli bisa untuk membayar sisa KPR yang ada untuk pelunasan rumah yang akan dibeli. Dengan beberapa biaya yang harus dikeluarkan untuk bank misalnya kredit tanpa agunan Mandiri dan biaya over kredit serta juga biaya notaris untuk pengurusan pindah nama dan juga asuransi.

Apabila menggunakan sistem ini sebaiknya pembeli rumah melakukan penawaran juga dimana bertanya kepada bank apakah biaya untuk pembayaran cicilan kpr nantinya akan sama dengan biaya cicilan yang lama. Selain itu tanyakan juga mengenai suku bunga yang akan dibayarkan dan berapa besar biaya denda yang akan dikeluarkan apabila membayar KPR lebih awal. Serta aturan dan biaya lain yang perlu diketahui oleh pembeli rumah kpr dengan cara take over kredit ini.

  • Melalui notaris

Untuk proses untuk take over rumah yang aman ini adalah melalui notaris yang bisa dilakukan dengan meminta bantuan agar transaksi yang dilakukan dapat lebih aman dan berkekuatan hukum yang sah. Pada proses ini notaris akan diminta untuk membuat akta pengikatan jual beli, surat kuasa untuk melunasi sisa angsuran, balik nama sertifikat rumah, dan juga urusan lain mengenai surat-surat penting mengenai pembelian rumah yang akan dilakukan.

Adapun syarat yang harus dipersiapkan sebelum datang ke notaris untuk melengkapi proses take over kredit rumah dari penjual ke pembeli adalah:

  1. Fotokopi dari dokumen perjanjian kredit.
  2. Fotokopi dari dokumen sertifikat rumah dengan sertifikat bank.
  3. Fotokopi dari IMB.
  4. Fotokopi dari PBB yang telah lunas.
  5. Fotokopi dari bukti pembayaran angsuran yang dilakukan penjual setiap bulan.
  6. Fotokopi dari data penjual dan juga pembeli rumah yang di take over.

Leave a Reply

Top