You are here
Home > Pajak > Mari Kita Mengenal Faktur Pajak Lebih dalam Lagi

Mari Kita Mengenal Faktur Pajak Lebih dalam Lagi

Mari Kita Mengenal Faktur Pajak Lebih dalam Lagi

 

Pajak merupakan sumber utama membangun negara yang kuat serta tangguh melalui pembangunan berkesinambungan serta dibiayai dari sumber penerimaan pajak negara. Sebenarnya, pajak merupakan pungutan resmi yang diizinkan negara. Di Indonesia, perpajakan diatur di dalam undang-undang, dan pernah dilakukan perubahan ketentuan umum serta tata cara perpajakan. Di dalam undang-undang juga diatur hal-hal yang berkaitan dengan kewajiban membayar pajak untuk wajib pajak. Selain itu juga disampaikan apa saja yang berkaitan langsung dengan kewajiban pembayaran pajak untuk seorang wajib pajak. Dalam istilah pajak, sering muncul faktur pajak.

Secara teoritis, pengertian dari faktur ini ialah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh PKP atau Pengusaha Kena Pajak sebagai bagian kewajiban wajib pajak melakukan penyerahan jasa JKP atau BKP Barang Kena Pajak. Dengan kata lain faktur adalah bagian dari tanggungan pengusaha yang kena pajak dan harus diserahkan ke dinas perpajakan. Agar terjadi sebuah transparansi di dalam bidang perpajakan serta tidak terjadi penggelapan. Sebelum menjadi wajib pajak yang dikenai kewajiban menyerahkan faktur, seorang pengusaha terlebih dulu harus dikukuhkan oleh Direktorat Jenderal pajak, sesudah itu PKP yang sudah dikukuhkan akan dikenai kewajiban membayar pajak.

Undang-undang PPN menyebut jika ada 3 jenis faktur pajak yakni standar, gabungan dan sederhana. Seperti apa bentuk tersebut? Pertama, untuk faktur yang berbentuk standar. Faktur ini dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak dengan acuan pada ketentuan dari dirjen pajak yang berlaku dari tanggal 29 Desember tahun 1994 yang lalu serta memiliki kewajiban untuk dilaksanakan per Januari 1995. Faktur ini mempunyai bentuk kuarto dan paling sedikit memuat keterangan seperti tertera NPWP, alamat serta nama dari PKP yang melakukan penyerahan atau pembelian BKB, memasukkan informasi mengenai barang maupun jasa dan harga jual penggantian, selain itu ada pula jumlah PPN maupun PPnBM yang dipungut.

Untuk faktur yang mempunyai bentuk gabungan, faktur ini merupakan faktur standar yang penggunaannya diizinkan untuk dijalankan PKP bila terjadi beberapa kali penyerahan BKP pada pembeli maupun penerima jasa yang dilakukan dalam sebuah masa pajak. Faktur ini dibuat selambat-lambatnya di akhir bulan.

Baca: Memilih Bank dengan Bunga Pinjaman Terendah

Ketiga faktur bentuk sederhana. Di dalam rancangan teoritisnya, faktur ini adalah dokumen yang secara fungsional disamakan fungsi dengan faktur biasanya. Biasanya diserahkan pada pembeli atau pun pengguna BKP di dalam bentuk sobekan kecil hampir seperti karcis yang berbentuk bon kontan. Dengan mengenal bentuk faktur di atas, Anda akan menjadi semakin memahami mengenai dunia perpajakan dan selanjutnya akan lebih mudah lagi.

Seperti yang dijelaskan mengenai fungsi faktur pajak, di bagian ini akan diperjelas cara untuk mengisi faktur. Pengisian faktur harus dipahami dengan baik, berikut cara yang perlu Anda lakukan, antara lain:

  1. Tahap pertama. Anda hanya perlu menginput nomor seri serta kode faktur yang berada di DJP dan dengan nama, NPWP hingga alamat perusahaan. untuk kolom pembeli barang, inputkan nama dan alamat NPWP,
  2. Masukkan nomor urut yang sesuai dengan urutan barang dan jasa yang diserahkan serta nama yang diserahkan. Di kolom harga jual, penggantian atau uang muka inputkan nominal harga,
  3. Tahap terakhir, untuk kolom harga jual, uang muka, Anda bisa memasukkan keseluruhan harga, pada potongan BKP ditulis sesudah dikurangi dengan potongan harga, bila sudah terjadi penerimaan uang muka sesuai dengan BKP, nominal uang ditulis pada kolom nilai uang yang diterima, isi seluruh bagian kolom dan bubuhi stempel.

Leave a Reply

Top