You are here
Home > Investasi > Mending Mana, Menabung Saham Atau Investasi Reksa Dana?

Mending Mana, Menabung Saham Atau Investasi Reksa Dana?

Mending Mana, Menabung Saham Atau Investasi Reksa Dana

 

Zaman sekarang, semua bisa dilakukan. Dari hal yang mungkin hingga yang tidak mungkin, bisa jadi mungkin kok. Siapa sih, dulu yang terpikir untuk menabung saham. Nyatanya, menabung saham kini bukan sekadar trend, tapi merupakan pilihan untuk mengamankan masa depan.

Menabung saham mungkin masih terdengar asing di telinga sebagian orang. Bahkan ada yang menganggap bahwa menabung itu, urusannya hanya dengan uang. Padahal di zaman sekarang, investasi bisa berbentuk apa saja. Mulai dari rumah, kendaraan bermotor, perhiasan, uang, hingga investasi saham. Anda pun bisa melakukannya secara online yang sudah pasti lebih mudah dan cepat. Tenang, sistem keamanan akan bekerja secara maksimal dan mengamankan iunvestasi yang Anda inginkan.

Baca juga: Pahami Seluk Beluk Tata Cara Pinjam Uang di Bank Disini!

Menabung saham adalah program dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sedang gencar-gencarnya dipromokan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mendukung sepenuhnya program ini. Targetnya adalah nasabah retail yang masih awam dengan pasar modal. Menabung saham dipilih sebagai investasi jangka panjang oleh banyak orang. Tapi jangan beranggapan bahwa menabung saham akan lepas dari resiko, karena tidak selamanya ini menguntungkan. Urusan untung dan rugi yang akan Anda dapatkan di kemudian hari ditentukan dari hal-hal yang ada di luar kuasamu. Keadaan ekonomi sama seperti keadaan cuaca lho, yang bisa berubah kapan saja.

Bagi Anda yang tertarik menabung saham, caranya sama seperti menabung uang biasa kok. Anda menyetor sejumlah uang ke bank, lalu broker saham akan memakai dana yang Anda setorkan untuk membeli saham. Sebagai nasabah, Anda bebas untuk memilih saham yang ditentukan, asal sesuai dengan jumlah setoran. Selanjutnya, Anda harus rutin menyetorkan sejumlah dana yang sudah disepakati di awal, dan dalam jangka waktu tertentu Anda akan menerima pembagian laba.

Baca juga: Cara Mendapatkan Kredit Tanpa Agunan Mandiri dengan Cepat

Mulai terbayangkan bagaimana sebenarnya menabung saham itu? Nah, yang perlu Anda tahu juga, bahwa menabung saham juga memiliki untung dan rugi. Keuntungan yang akan Anda dapatkan adalah:

  1. Jumlah saham per slot sudah turun sejak 3 tahun lalu. Awalnya berjumlah 500 slot, lalu kini hanya tinggal 100 slot
  2. Anda bisa melakukan autodebet dari tabungan Anda
  3. Nasabah tidak hanya akan mendapatkan selisih penjualan saham, namun juga akan mendapatkan pembagian laba atau dividen setiap tahun. Jumlahnya ditentukan besar pendapatan bersih perusahaan
  4. Anda bisa dengan mudah membuka rekening saham karena sudah ada banyak bank yang menjalin relasi dengan broker saham
  5. Modal dana yang harus Anda keluarkan untuk menabung saham terhitung kecil, karena banyak saham yang dijual dengan nominal awal ribuan rupiah
  6. Pertumbuhan saham juga tergolong tinggi

Keuntungannya memang cukup menarik dan menggoda untuk mulai menabung saham, namun perlu dipertimbangkan juga dari segi kerugian.

Baca juga: Memilih Bank dengan Bunga Pinjaman Terendah

  1. Anda tidak bisa mewariskan saham yang Anda miliki
  2. Saham memang ada yang dijual dengan nominal atau harga mulai ribuah rupiah, tapi yang memberikan keuntungan besar biasanya adalah saham dengan harga mahal
  3. Jangka waktu investasi cukup lama, yaitu 5-10 tahun
  4. Resiko investasi besar, karena ditentukan oleh faktor ekonomi
  5. Investasi Anda tidak terdivesifikasi, sehingga resikonya semakin besar

Kini saatnya Anda menimbang lagi, apakah sudah saatnya mulai menabung saham atau tidak. Memang sih, tidak ada salahnya dicoba. Selama perhitungan matang, dan Anda sudah paham betul dengan resiko yang mungkin Anda dapatkan. Investasi memang menjadi hal penting yang harus mulai dipikirkan, demi masa depan cerah gemilang.

Leave a Reply

Top