You are here
Home > Info > Berinvestasi Syariah Secara Aman Perhatikan Hal-Hal Ini!

Berinvestasi Syariah Secara Aman Perhatikan Hal-Hal Ini!

ketahui Hal hal untuk berinvetasi syariah secara aman

Inestasi merupakan hal yang penting untuk kebutuhan masa depan nanti. banyak intrumen invetasi yang di tawarkan dari reksana dan dan saham. Tersedia pula sekarang pasar modal syariah yang menawarkan investasi berbasis syariah yang menjadi pilihan menarik untuk masyarakat Indonesia, khususnya yang beragama Islam. Tetapi banyak yang belom mengetahui apa itu investasi syariah serta cara beinvestasi syariah secara aman.

Bagaimana dengan adanya produk-produk keuangan yang ada mempunyai unsur-unsur yang tidak halal? Perbankan misalnya, tentunya sangat kental sekali dengan unsur bunga yang bisa dikategorikan sebagai riba. Belum lagi dengan asuransi. Sudah banyak dipahami bahwa asuransi sering diasosiasikan dengan judi atau maysir dan gharar atau ketidakjelasan. Dan kalau ditelisik lebih jauh lagi, ternyata asuransi juga tidak terlepas dari praktek riba karena memiliki unsur investasi yang berbunga. Begitu juga dengan reksa dana, walaupun secara sederhana reksa dana dapat diartikan seperti kegiatan bagi hasil diantara para investor dengan manajer investasinya, tapi alokasi investasinya rupanya juga tidak terhindar dari unsur riba. Lalu bagaimana masyarakat muslim memanfaatkan produk keuangan untuk kebaikan mereka kalau ternyata banyak sekali ditemukan unsur yang tidak halal dalam berbagai produk keuangan tersebut?

Ada banyak contoh investasi syariah yang bisa anda temukan saat ini antara lain Deposito syariah, Reksadana syariah, investasi emas syariah, dan masih banyak lagi jenisnya. Tentu saja dalam pelaksanaannya sangat berbeda dengan sitem keuangan konvensional yang tidak menganut prinsip syariah.

Perhatikan Hal-hal ini jika Anda Ingin Berinvetasi Syariah secara aman

Perhatikan legalitas entitas investasi syariah

Menurut Ketua Satgas Waspada Tongam L Tobing bahwa dalam setiap penjualan investasi harus mempunyai izin resmi dari otoritas. Dalam investasi konvensional, entitas harus mempunyai izin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jika tidak, bisa jadi entitas itu menawarkan investasi bodong.

Sementara, dalam investasi syariah, entitas bukan hanya harus mendapatkan izin dari OJK, tetapi juga harus mendaftar ke Dewan Syariah Nasional MUI (DSN MUI). Biasanya, entitas investasi syariah yang aman akan mencantumkan informasi di website-nya bahwa telah diawasi DSN MUI dan OJK

Kegiatan investasinya logis

Selanjutnya,  Tongam mengungkapkan, bahwa investasi syariah yang legal ‎kegiatan investasinya sesuai dengan akal yang sehat atau logis. Jika Anda mendapat tawaran investasi syariah dengan imbal hasil yang tinggi dan tak ada risiko, maka Anda harus waspada.

Pasalnya, walaupun suatu investasi disebut  aman, tetapi tetap mempunyai risiko. Selain itu, imbal hasil yang didapat dalam investasi syariah sudah ditentukan dari awal investasi. Karena, investasi syariah tidak menganut sistem riba atau keuntungan berdasarkan bunga, tetapi berdasarkan ‎sistem perjanjian antara investor dengan entitas investasi syariah.

Tidak ada spekulasi

Spekulasi atau yang biasa disebut masyir tidak berlaku pada investasi syariah. Misalnya spekulasi biaya yang akan dibebankan, sehingga salah satu pihak akan berpikir lebih.Investasi syariah biasanya memiliki jangka waktu bulanan. Maka dari itu, investasi syariah telah menetapkan biaya yang jelas tanpa adanya spekulasi.

Itulah Beberapa Tips bagi Anda yang ingin memulai berinvestasi syariah secara ama. Anda bisa cek di https://www.cekaja.com/info/ingin-investasi-syariah-secara-aman/ untuk mengetahui secara lanjut tentang investasi syariah.

Tinggalkan Balasan

Top