You are here
Home > Info > Apa Saja Visi dan Misi dari Keuangan Inklusif?

Apa Saja Visi dan Misi dari Keuangan Inklusif?

Apa Saja Visi dan Misi dari Keuangan Inklusif?

Keuangan inklusif berkenaan dengan hak akses untuk setiap anggota masyarakat terhadap layanan keuangan. Layanan keuangan tersebut harus bersifat formal dan diawasi oleh lembaga otoritas resmi dari pemerintah. Tujuan utamanya agar bisa meningkatkan persentase kesejahteraan masyarakat. Biar lebih mendalami, silakan simak uraian visi dan misinya.

Visi dari Adanya Inklusi Keuangan

Peningkatan yang terjadi mula-mula berkaitan erat dengan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan. Tentu dalam hal ini, literasi di bidang inklusi keuangan sangat berperan besar. Selama ini, ada 4 tingkatan literasi keuangan yang menyangkut pemahaman masyarakat terhadap produk, sistem, jasa keuangan, serta kualitas dari layanan.

Persentase 75% atau yang tertinggi baru masuk ke tingkatan sufficient literate. Dengan kata lain, masyarakat sudah memiliki keyakinan serta pengetahuan tentang risiko dan manfaat, fitur, manfaat, produk, serta jasa keuangan yang berlaku. Sedangkan peringkat not literate hanya sebesar 0,41% atau yang betul-betul tidak tahu tentang layanan keuangan apa pun.

Dari situ bisa kita lihat, bahwa inklusi keuangan yang berkembang di Indonesia sudah berkembang cukup baik. Tinggal bagaimana caranya agar angka 0,41% itu bisa ditekan menjadi 0% karena manfaat layanan keuangan yang begitu tinggi. Visi inklusi keuangan selanjutnya berkenaan dengan pemahaman terhadap layanan keuangan formal berkualitas.

Banyaknya penyedia layanan keuangan di Tanah Air, bukan berarti semuanya bagus. Pemahaman seperti ini wajib dimiliki oleh calon nasabah sebelum mengajukan pinjaman. Untuk memastikan apakah layanan keuangan yang Anda pilih itu aman dan berkualitas atau tidak, silakan cek di laman resmi OJK. Kalau tidak terdaftar, sebaiknya hindari.

Lalu, visi keuangan inklusif juga berhubungan erat dengan layanan yang bisa dijangkau dengan biaya rendah. Syukur, sekarang sedikit demi sedikit sudah terpenuhi. Berkat adanya internet, proses meminjam, menabung, serta berinvestasi bisa lewat jejaring internet. Hanya dengan modal kuota internet, setiap proses sudah bisa dilakukan secara tepat dan efisien.

Misi Inklusi Keuangan untuk Masyarakat

Meskipun pemerintah turut menerima dampak positif, sebetulnya kesejahteraan yang ada dikembalikan lagi ke masyarakat. Misi pertama adanya inklusi keuangan itu demi meningkatkan kemampuan masyarakat ketika akan mengakses serta memanfaatkan layanan keuangan. Lalu, ketersediaan jasa dan produk keuangan diharapkan bisa penuhi kebutuhan.

Terutama ketika masyarakat memerlukan dana untuk kebutuhan mendadak. Inklusi keuangan juga memiliki misi untuk meningkatkan rasa aman serta pengetahuan masyarakat saat menggunakan layanan keuangan. Maklum, sebagaimana yang disinggung sebelumnya, sekarang ini masih saja ada oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang ikut campur.

Misi selanjutnya itu untuk menguatkan sinergi yang terjadi di antara pemangku kepentingan. Finalnya, dengan adanya inklusi keuangan, diharapkan bisa mendukung tercapainya SDGs atau Sustainable Development Goals di Tanah Air. Semua itu semata-mata demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Apa Saja Dimensi yang Menjembatani Visi dan Misi Tersebut?

Pertama, tentu soal kualitas. Untuk tahun-tahun mendatang, dimensi ini masih menjadi perhatian utama. Baik pemangku kepentingan keuangan dari pihak swasta maupun pemerintah. Tolok ukur yang digunakan antara lain indeks literasi. Tujuannya agar manfaat yang ada bisa dirasakan lebih luas lagi.

Lalu ada dimensi penggunaan. Seberapa efektifkah, apakah laporannya real-time atau tidak, dan sebagainya. Sekarang mungkin sudah diuntungkan berkat adanya smartphone yang dimiliki sebagian besar orang. PR selanjutnya mungkin hanya soal ketersediaan kantor layanan keuangan di daerah-daerah pelosok. Terakhir, ada dimensi akses terkait keterjangkauan layanan.

Program keuangan inklusif betul-betul telah banyak berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat. Anda tidak harus pakai cara lama seperti meminjam lewat tetangga yang kerap kali ada rasa pamrih.

Selengkapnya, kunjungi https://www.cekaja.com/info/mengenal-inklusi-keuangan-pengertian-manfaat-dan-inovasinya-untuk-negara/.

Tinggalkan Balasan

Top